Demikianlah imam Muslim dan An-Nasa'i meriwayatkannya dari Qutaibah dengan hadits tersebut. Kemudian Al Bukhari berkata: bab tentang tujuh langit. Firman Allah:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Transliterasi: "Allaahulladzii khalaqa sab'a samawaatin wa minal-ardhi mitslahunna yatanazzalul-amru bainahunna lita'lamuu annallaaha 'alaa kulli syai'in qadiirun wa annallaaha qad ahaatha bikulli syai'in 'ilmaa."

Artinya: "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Qs. Ath-Thalaq [65]: 12)

Kemudian dia berkata: Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Ibnu Aliyyah mengabarkan kepada kami, dari Ali bin Al Mubarak, Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, pada waktu itu terdapat perselisihan antara dia dengan masyarakat lainnya dalam hal tanah, kemudian dia datang kepada Aisyah (ra) dan menyebutkan hal itu kepadanya, maka Aisyah (ra) berkata, "Wahai Abu Salamah! Jauhilah olehmu tanah, karena Rasulullah (saw) bersabda:

مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ.

Transliterasi: "Man zhalama qiida syibrin thuwiqahu min sab'i aradhiina."

Artinya: 'Barangsiapa yang telah menzhalimi seukuran sejengkal tanah, maka ia akan ditenggelamkan dari tanah ke tujuh'."

Al Bukhari juga meriwayatkannya dalam pembahasan tentang kezhaliman, dan Muslim, dari jalur riwayat Yahya bin Katsir dengan hadits tersebut. Imam Ahmad meriwayatkan dari hadits Muhammad bin Ibrahim, dari Abu Salamah, dengan hadits tersebut.