Diantaranya yaitu tidak ada di dalamnya penyebutan penciptaan langit, yang ada hanya penyebutan penciptaan bumi dan apa yang ada di dalamnya dalam tujuh hari. Maka ini bertentangan dengan Al Qur'an, karena bumi diciptakan dalam empat hari, kemudian langit diciptakan dalam dua hari dari asap, yaitu sisa air yang menguap ketika air berkumpul dalam jumlah sangat banyak, yang diciptakan dari buih bumi dengan jumlah yang sangat besar dan banyak, sebagaimana yang dikatakan oleh Ismail bin Abdurrahman As-Suddi Al Kabir dalam sebuah khabar yang dia sebutkan dari Abu Malik, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas (ra), dan dari Murrah Al Hamdani, dari Ibnu Mas'ud (ra), juga dari para sahabat Nabi (saw), tentang firman Allah:
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Transliterasi: "Huwal-ladzii khalaqa lakum maa fil-ardhi jamii'an tsummas-tawaa ilas-samaa'i fasawwaahunna sab'a samawaatin wa huwa bikulli syai'in 'aliim."
Artinya: "Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Qs. Al Baqarah [2]: 29).
Mereka berkata: sesungguhnya Arsy Allah berada di atas air dan Dia tidak menciptakan sesuatu apapun dari ciptaan-Nya sebelum air, kemudian ketika Dia hendak menciptakan makhluk, maka Dia keluarkan asap dari air kemudian menguap ke atas air, maka itu naik di atasnya, maka Dia namakan Samaa' (langit). Kemudian air itu berkumpul, maka Dia menjadikannya satu bumi kemudian menghamparkannya, kemudian Dia menciptakan tujuh bumi dalam dua hari, yaitu Ahad dan Senin, Dia menciptakan bumi di atas Hut (ikan), yaitu Nun yang Allah berfirman: "Nun, demi Al Qalam dan apa yang mereka tulis." (Qs. Al Qalam [68]: 1), ikan itu berada di dalam air, air itu berada di atas yang halus, batu besar dan batu itu ada pada punggung malaikat, malaikat di atas batu besar, dan batu itu ada dalam angin. Itu adalah batu yang disebutkan oleh Luqman: bukan di langit dan bukan pula di bumi, kemudian ikan itu bergerak dan menabrak, maka bumi bergetar kemudian ditancapkanlah gunung di atasnya dan menjadi tetap.