Ayat-ayat di atas ini menunjukkan bahwa bumi diciptakan sebelum langit, karena itu merupakan fondasi bagi sebuah bangunan, sebagaimana Allah berfirman: "Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebagian yang baik-baik, yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam" (Qs. Ghafir [40]: 64).
Allah juga berfirman, [150] "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?" sampai kepada firman-Nya, "Dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." (Qs. An-Naba' [78]: 6-13), Dia juga berfirman, [151] "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Qs. Al Anbiyaa' [21]: 30), maksudnya yaitu kami pisahkan apa yang ada antara langit dan bumi sampai angin berhembus dan hujan turun serta mengalirlah mata air, sungai-sungai, dan menghidupi hewan-hewan. Kemudian Dia berfirman, "Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya." (Qs. Al Anbiyaa' [21]: 32), yaitu: dari apa-apa yang diciptakan di dalamnya dari planet-planet yang tetap, berbagai peredaran, bintang-bintang yang terang dan kegelapan yang bercahaya, juga hal lainnya yang merupakan dalil atas hikmah dalam penciptaan langit dan bumi, sebagaimana Allah berfirman, [152]
وَكَأَيِّنْ مِنْ آيَةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ * وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ
Transliterasi: "Wa ka'ayyim min aayatin fis-samawaati wal-ardhi yamurruuna 'alaihaa wa hum 'anhaa mu'ridhuun. Wa maa yu'minu aktsaruhum billaahi illaa wa hum musyrikuun."
Artinya: "Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya. Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan menyekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain)." (Qs. Yusuf [12]: 105-106).