Kemudian Wahab menafsirkan kata 'Al Haikal (tiang)' dan berkata: sesuatu dari ujung langit yang dihubungkan dengan bumi dan lautan seperti tali pengikat yang kuat. Sebagian ulama yang menisbatkan kepada ilmu alam telah mengaku, bahwa Al Kursi adalah ungkapan tentang planet kedelapan yang mereka namakan planet bintang-bintang yang menetap. Dalam pendapat mereka ini terdapat pembahasan lebih lanjut, karena telah disebutkan bahwa Al Kursi itu lebih besar daripada langit yang tujuh, dalam hadits sebelumnya telah disebutkan bahwa nisbat Al Kursi terhadap langit seperti potongan yang dilemparkan ke tanah luas, ini bukanlah nisbat planet kepada planet lain. Seandainya mereka berkata: kami meraih hal itu dan kami menamakannya planet. Maka kita katakan: Al Kursi menurut bahasa bukanlah ungkapan tentang planet, akan tetapi hal itu sebagaimana dikatakan oleh lebih dari satu ulama terdahulu: diantara pertengahan Al Arsy seperti Al Marqot (sebuah tingkatan) terhadapnya. Hal seperti ini bukanlah planet, dia juga mengaku bahwa bintang-bintang yang menetap tersusun (terbentuk) di dalamnya, maka tidak ada bukti yang benar dari mereka.
Demikianlah, walaupun disertai dengan perbedaan pendapat mereka dalam hal itu tetapi sama seperti yang ditetapkan dalam kitab-kitab mereka, Wallahu A'lam.