Telah diriwayatkan juga darinya dari jalur riwayat lain secara maushul, kemudian Al Hafizh Abu Bakar bin Mardawaih berkata di dalam tafsirnya: [137] Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabrani mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Wuhaib Al Ghazzi memberitakan kepada kami, Muhammad bin Abu As-Sari mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abdullah At-Tamimi mengabarkan kepada kami, dari Al Qasim bin Muhammad Ats-Tsaqafi, dari Abu Idris Al Khaulani, dari Abu Dzar Al Ghifari, bahwa dia bertanya kepada Rasulullah (saw) tentang Al Kursi, kemudian beliau bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُونَ السَّبْعُ عِنْدَ الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضِ فَلَاةٍ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَرْشِ عَلَى الْكُرْسِيِّ كَفَضْلِ الْفَلَاةِ عَلَى تِلْكَ الْحَلْقَةِ.
Transliterasi: "Walladzii nafsii biyadihi mas-samawaatus-sab'u wal-ardhuunas-sab'u 'indal-kursiyyi illaa kahalqatim mulqaatim bi-ardhi falaatin, wa inna fadhla-l-'arsyi 'alal-kursiyyi kafadhli-l-falaati 'ala tilka-l-halqati."
Artinya: "Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, perumpamaan langit yang tujuh dan bumi yang tujuh di dalam Al Kursi melainkan seperti potongan yang dilemparkan ke tanah luas, dan sesungguhnya keutamaan Al Arsy atas Al Kursi bagaikan keutamaan tanah luas atas potongan tersebut."
Ibnu Jarir berkata dalam Tarikh-nya: [138] Ibnu Waki' menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepadaku, dari Sufyan, dari Al A'masy, dari Al Minhal bin Amr, dari Sa'id bin Jubair, dia berkata: Ibnu Abbas (ra) ditanya tentang firman Allah (swt), "Dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air" (Qs. Huud [11]: 7), di atas apakah air itu berada? Dia menjawab, "Di atas hempasan angin." Dia berkata, [139] "Langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di dalamnya diikat dengan lautan, dan semuanya itu diikat dengan tiang, dan tiang itu diikat dengan yang dikatakan adalah Al Kursi." Juga diriwayatkan dari Wahab bin Munabbih dengan makna hadits yang sama.