Sesampainya di rumah, pandanganku tertuju pada sebuah tumpukan. Di urutan paling bawah, tergeletak sebuah buku berwarna biru. Berdebu, tampak tak tersentuh selama bertahun-tahun. Ketika jemariku menyentuh sampulnya, dadaku tiba-tiba terasa sesak. Kenangan yang telah bertahun-tahun kukubur kembali menyeruak—termasuk mimpi yang tanpa sadar kupendam untuk menjadi ahli dalam buku ini. Tiba-tiba, air mataku jatuh, dan di detik itulah aku merasakan jati diriku kembali seutuhnya.

Cepat atau lambat, aku akan mulai meninggalkan kedua dunia itu. Aku sudah cukup menelan semuanya ke dalam perutku, membiarkannya melebur dan menyatu di dalam aliran darahku. Mulai saat ini dan seterusnya, aku hanya akan menjadi jati diriku sendiri.