Mereka berkata: taqdir ini adalah tulisan Allah dengan kalam yang telah ditentukan. Hadits ini menunjukkan bahwa itu diciptakan setelah penciptaan Arsy, maka ditetapkanlah didahulukannya Arsy daripada Qalam yang menuliskan taqdir-taqdir, sebagaimana yang dikatakan oleh Jumhur ulama. Hadits tentang Qalam tersebut juga meliputi kemungkinan bahwa ia adalah makhluk pertama yang diciptakan di alam ini. Hal ini dikuatkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari, dari Imran bin Hushain, dia berkata:
 

قَالَ أَهْلُ الْيَمَنِ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: جِئْنَاكَ لِنَتَفَقَّهَ فِي الدِّينِ وَلِنَسْأَلَكَ عَنْ أَوَّلِ هَذَا الْأَمْرِ، فَقَالَ: كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ.
 

Penduduk Yaman berkata kepada Rasulallah, "Kami datang kepadamu untuk memperdalam ilmu Agama dan bertanya kepadamu tentang awal dari perkara ini," maka beliau bersabda, "Allah telah ada dan tidak ada sesuatu sebelum Dia."

Di dalam riwayat lain disebutkan, "Dan Arsy-Nya berada di atas air, Dia menuliskan segala sesuatu dalam Adz-Dzikr dan menciptakan langit dan bumi." Di dalam lafazh lain disebutkan: "Kemudian Dia menciptakan langit dan bumi." 115

Kemudian mereka bertanya kepada beliau tentang permulaan penciptaan langit dan bumi. Oleh karena itu mereka berkata: kami