كَانَ اللَّهُ، وَلَمْ يَكُنْ قَبْلَهُ شَيْءٌ، وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ، وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ، ثُمَّ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
"Allah telah ada, sementara tidak ada sesuatu sebelum Dia, dan singgasana (Arsy-Nya) berada di atas air, Dia telah menuliskan dalam Adz-Dzikr segala sesuatu, kemudian Dia menciptakan langit dan bumi."
Imam Ahmad bin Hanbal berkata: Bahz menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, Abu Ya'la bin Atha' menceritakan kepada kami, dari Waki' bin Hudus, dari pamannya Abu Razin Laqith bin Amir Al Uqaili, bahwa dia berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ كَانَ رَبُّنَا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ؟ قَالَ: كَانَ فِي عَمَاءٍ مَا فَوْقَهُ هَوَاءٌ وَمَا تَحْتَهُ هَوَاءٌ ثُمَّ خَلَقَ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ.
"Wahai Rasulallah, dimanakah tuhan kita (Allah) sebelum menciptakan langit dan bumi?" Beliau bersabda, "Dia berada dalam Amaa' (ketinggian) yang di atasnya terdapat udara dan di bawahnya terdapat udara, kemudian Dia menciptakan Arsy-Nya di atas air."